Oleh Pepih Nugraha
KALAU saya bercerita tentang akar, pastilah saya sedang teringat lagu ciptaan Iwan “Abah” Abdulrachman, penyanyi balada yang saya juluki sebagai “trubador” dari Bandung Utara. Kalau saya tidak salah ingat, Abah Iwan pernah menciptakan lagu berjudul “Akar”. Saya tidak tahu persis liriknya, tetapi masih ingat makna atau isi lagu itu. Lewat dentingan gitar akustiknya, Iwan dengan grup Kalikausar yang tahun 1977 pernah menggetarkan pecinta lagu-lagu balada dengan “Sejuta Kabut”-nya, bercerita tentang sebuah akar. Read the rest of this entry »






